Jantung Intelektual dan Pastoral
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) di STPKat Santo Fransiskus Asisi Semarang adalah jantung intelektual dan pastoral yang menggerakkan visi kampus untuk menghadirkan Gereja yang hidup di tengah masyarakat.

Menjadi Terang melalui Ilmu dan Pelayanan
LPPM STPKat Semarang berdiri sebagai jembatan yang menghubungkan menara gading akademik dengan realitas konkret umat dan masyarakat luas. LPPM menyadari bahwa ilmu teologi, katekese, dan pastoral tidak boleh berhenti di ruang kelas, melainkan harus bertransformasi menjadi solusi bagi persoalan zaman.
1. Penelitian : Menggali Kedalaman Iman dan Budaya
Dalam ranah penelitian, LPPM mendorong para dosen dan mahasiswa untuk menjadi “pencari kebenaran” yang tekun. Fokus penelitian diarahkan pada:
- Inovasi Kateketik: Menemukan metode pengajaran iman yang relevan bagi generasi digital dan konteks budaya lokal (inkulturasi).
- Studi Pastoral: Menganalisis dinamika kehidupan paroki dan tantangan hidup menggereja di tengah masyarakat yang pluralis.
- Dialog Interreligius: Meng kaji titik temu dan kerja sama antarumat beragama, selaras dengan semangat Fratelli Tutti.
2. Pengabdian : Mewujudkan Kasih yang Nyata
Pengabdian kepada Masyarakat adalah pengejawantahan dari spiritualitas Fransiskan yang mengutamakan pelayanan kepada mereka yang kecil dan terpinggirkan. LPPM mengkoordinasi berbagai program unggulan, seperti:
Literasi Iman : Penerbitan jurnal ilmiah dan buku-buku populer yang menjadi referensi bagi para pelayan pastoral di lapangan.
Pendampingan Umat : Mengirimkan tenaga ahli untuk memberikan pembekalan bagi para katekis, guru agama, dan aktivis paroki di berbagai daerah.
Pemberdayaan Sosial : Terlibat aktif dalam aksi kemanusiaan dan pengembangan masyarakat sebagai wujud kesaksian iman yang nyata.
“Mulailah dengan melakukan apa yang perlu, lalu apa yang mungkin, dan tiba-tiba Anda melakukan hal yang mustahil.”
— Visi Pelayanan ala Santo Fransiskus Asisi —

Seluruh aktivitas LPPM dijiwai oleh nilai Pax et Bonum (Damai dan Kebaikan).
Peneliti bukan sekadar pengamat, melainkan sahabat bagi subjek yang diteliti.
Pengabdi bukan sekadar pemberi bantuan, melainkan saudara bagi mereka yang dilayani.

